Selamat Datang Di Blog SD N NO.101815 SIDODADI KEC.BIRU-BIRU

Kamis, 09 Mei 2013

Para Peserta Didik


Sekolah Dasar No.101815 Sidodadi  (SD N No.101815 Sidodadi) Kecamatan Biru-Biru Kabupaten Deli Serdang provinsi Sumatera Utara, pada tahun ajaran 2012/2013 memiliki jumlah peserta didik sebanyak 445 orang. Dengan jumlah rombel 12.

»»  READMORE...

Sabtu, 04 Mei 2013

Pendistribusian Soal UN Tingkat SD

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendistribusian soal-soal Ujian Nasional (UN) untuk tingkat pendidikan Sekolah Dasar berjalan lancar.

Anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Teuku Ramli Zakaria mengatakan, di beberapa daerah soal UN dibuat dan sudah dicetak langsung di daerah. Menurut Teuku, hal yang menyebabkan pendistribusian soal UN tingkat SD sejauh ini berjalan lancar tak terkendala suatu apa pun.

"Tidak ada masalah sejauh ini," tuturnya dalam sambungan telepon, Sabtu (4/5).

Pria asal Aceh itu mengatakan, hanya 25 persen saja soal yang dibuat dan dicetak oleh pusat. "Itu pun telah selesai didistribusikan dua pekan yang lalu," ujar Ramli menjelaskan.
»»  READMORE...

Kamis, 02 Mei 2013

Hardiknas 2013, Aspirasi Untuk Perbaikan Pendidikan Indonesia

iBerita.com – Masih segar dalam ingatan bangsa Indonesia bagaimana pelaksanaan Ujian Nasional (UN) begitu kacau. Beberapa sekolah menengah atas di berbagai provinsi di tanah air harus mengalami penundaan pelaksanaan karena distribusi soal yang tidak tepat waktu. Hal serupa hampir terjadi pula di banyak sekolah menengah pertama pada pekan berikutnya.
Hari ini, Kamis (2/5/2013) diperingati adanya Hari Pendidikan Nasional (hardiknas) yang telah menjadi tradisi rutin dunia pendidikan Indonesia. Banyak pihak yang menyampaikan harapannya pada peringatan ini. Ketua Umum Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Gino Vanollie, menyampaikan bahwa peringatan Hardiknas 2013 harus menjadi momentum refleksi dan koreksi diri bagi para pemimpin bangsa untuk memperbaiki Pendidikan Indonesia.
Khususnya dalam implementasi kurikulum 2013 dan kisruh Ujian Nasional tahun ini seharusnya menjadi bahan renungan yang mendalam bagi para stakeholder pendidikan di tanah air. Lebih lanjut dia menambahkan saran agar pemerintah arif dan bijaksana dalam melihat realitas jika kurikulum 2013, serta tidak gegabah dalam menerapkannya.
Di tempat yang lain, para guru berharap agar pemerintah tepat waktu dalam mencairkan dana BOS, sehingga nasib para guru honorer tidak justru memprihatinkan. Di Bandung, nasib guru honorer kurang diperhatikan sehingga hingga sekarang kesejahteraan mereka masih jauh dibawah apa yang seharusnya diberikan. Demikian ungkap salah satu anggota Komitte SMPN 3 Cileunyi, H. Dudin Komarudin Salim.
Sementara itu, di Medan ribuan guru swasta justru memperingatinya dengan melakukan unjuk rasa ke kantor DPRD Sumatera Utara. Mereka menuntut keadilan pemerinta agar memperlakukan sekolah swasta dengan lebih baik dan tidak memandangnya sebelah mata dengan sekolah negeri. Dalam hal bantuan, mereka juga meminta pemerintah tak menomorduakan sekolah swasta. Sumber : http://www.iberita.com/6498/hardiknas-2013-aspirasi-untuk-perbaikan-pendidikan-indonesia
»»  READMORE...

Selasa, 30 April 2013

Kenaikan Gaji Para PNS

Jakarta - Pemerintah kembali menaikkan gaji pokok PNS pada 2013 ini. Pencairan kenaikan gaji ini dirapel dalam 4 bulan dari Januari-April 2013, karena aturannya baru diteken April 2013. Kenaikan gaji pokok ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2013. Kebijakan ini untuk meningkatkan daya guna dan hasil guna, serta kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dalam PP yang telah ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 11 April 2013 itu disebutkan, ketentuan gaji pokok baru PNS yang merupakan perubahan ke-15 atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 itu berlaku pada tanggal 1 Januari 2013. Dikutip dari situs Sekretariat Kabinet (Setkab), Senin (29/4/2013), PP tersebut berlaku mulai pada tanggal diundangkan, yaitu 11 April 2013. Artinya, ada kemungkinan gaji pada bulan Januari, Februari, Maret, akan dirapel hingga bulan April mendatang, yang diterima PNS pada Mei mendatang. Berikut daftar gaji terbaru gaji PNS sesuai PP nomor 22 tahun 2013: Golongan Ia Masa Kerja Golongan/MKG 0 (terendah) Rp 1.323.000 Masa Kerja Golongan/MKG 26 (tertinggi) Rp 1.979.900 Golongan Ib Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 1.444.800 Masa Kerja Golongan/MKG 27 (tertinggi) Rp 2.096.100 Golongan Ic Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 1.505.900 Masa Kerja Golongan/MKG 27 (tertinggi) Rp 2.184.800 Golongan Id Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 1.569.600 Masa Kerja Golongan/MKG 27 (tertinggi) Rp 2.277.200 Golongan IIa Masa Kerja Golongan/MKG 0 (terendah) Rp 1.714.100 Masa Kerja Golongan/MKG 33 (tertinggi) Rp 2.859.500 Golongan IIb Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 1.871.900 Masa Kerja Golongan/MKG 33 (tertinggi) Rp 2.980.500 Golongan IIc Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 1.951.100 Masa Kerja Golongan/MKG 33 (tertinggi) Rp 3.106.000 Golongan IId Masa Kerja Golongan/MKG 3 (terendah) Rp 2.033.600 Masa Kerja Golongan/MKG 33 (tertinggi) Rp 3.238.000 Golongan IIIa Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 3.590.900 Golongan IIIb Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 3.742.800 Golongan IIIc Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 3.901.100 Golongan IVd Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 4.066.100 Golongan IVa Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 4.238.000 Golongan IVb Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 4.417.400 Golongan IVc Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 4.604.200 Golongan IVd Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Ro 4.799.000 Golongan IVe Masa Kerja Golongan/MKG 32 (tertinggi) Rp 5.002.000.Sumber: http://finance.detik.com/read/2013/04/29/184723/2233435/4/
»»  READMORE...

Naskah Ujian Nasional SD Hanya Satu Jenis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah siswa SMA dan SMP, pekan depan tepatnya pada 6-8 Mei 2013 giliran siswa SD yang akan melaksanakan ujian nasional (UN). Tercatat sebanyak 153.449 siswa SD DKI sebagai peserta UN tahun ini. Berbeda dengan siswa SMP dan SMA yang mengerjakan soal dari 20 jenis soal yang berbeda, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto mengatakan, untuk siswa SD akan mengerjakan soal yang serupa dan sejenis.
"Untuk soal UN tingkat SD hanya dibuat satu jenis saja," kata Taufik, kepada wartawan, di Balaikota Jakarta, Senin (29/4/2013).
Untuk substansi soal UN SD dibuat oleh Pemerintah Pusat sebanyak 25 persen dan Pemerintah Daerah 75 persen. Taufik mengatakan, apabila naskah UN untuk siswa SMA dan SMP dicetak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka untuk naskah soal SD dicetak oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Pengadaan naskah soal UN pun telah mendapatkan pemenang melalui lelang terbuka, dan dimenangkan oleh PT Pura Bharuna, Kudus, Jawa Tengah.
Dokumen UN untuk siswa SD akan dikirim dari Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (3/5/2013) malam. Sehingga dokumen tersebut akan tiba di Jakarta pada Sabtu (4/5/2013) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB. Dokumen tersebut akan langsung didistribusikan ke rayon dengan penjagaan ketat dari pihak kepolisian.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, sebanyak 153.449 siswa dari 3.548 sekolah akan mengikuti UN. Mereka terdiri dari 141.076 siswa SD di 3.060 sekolah dan 12.373 siswa MI di 488 sekolah. Kemudian untuk siswa dengan kekhususan dari SDLB yang akan mengikuti UN, yakni sebanyak 126 siswa, terdiri dari 1 siswa tunanetra dan 125 siswa tuna rungu.
Hingga Senin (29/4/2013), belum ada laporan adanya siswa yang tersangkut masalah hukum. Mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI itu pun mengharapkan pelaksanaan UN tingkat SD tidak ada hambatan sama seperti saat pelaksanaan UN SMA dan SMP.
"Sampai saat ini, belum ada laporan anak yang berurusan dengan hukum," kata Taufik. 
Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2013/04/29/14530170/Naskah.Ujian.Nasional.SD.Hanya.Satu.Jenis?utm_source=WP&utm_medium=Ktpidx&utm_campaign=
»»  READMORE...

Kebohongan yang sering diucapkan para orangtua

Penelitian menunjukkan sebagian besar orang tua berbohong kepada anak-anak sebagai taktik mengubah tingkah laku mereka. Kesimpulan diambil berdasarkan penelitian sekitar 200 keluarga di Amerika Serikat dan Cina. Pendidikan Tim terdiri dari peniliti di Jurusan Psikologi Universitas California San Diego di Amerika Serikat, Universitas Zhejiang, Jinhua di Cina dan Universitas Toronto di Kanada. Contoh kebohongan yang sering diucapkan orang tua adalah orang tua berpura-pura akan meninggalkan anak-anak di tempat umum kecuali mereka berkelakuan baik. Contoh kebohongan lain adalah orang tua berpura-pura akan membelikan mainan yang diminta anak di masa depan tanpa menyebut waktu yang pasti. Bohong untuk menjaga perasaan Peneliti menemukan kategori berbeda-beda tentang kebohongan pada anak-anak. Pertama, "pernyataan bohong terkait tindakan buruk", antara lain, "Kalau Anda tidak menjaga kelakuan, saya akan memanggil polisi." Kategori kedua, "pernyataan tidak benar terkait meninggalkan atau menunggu." Salah satu contoh yang sering digunakan, "Bila tidak mengikuti saya, penculik akan datang dan menculikmu ketika saya pergi." Kategori ketiga dihubungkan dengan menjaga perasaan anak. Misalnya, kata peneliti, "Hewan peliharaanmu diurus di ladang pamanmu karena tempat di sana luas." Penelitian juga menunjukkan sejumlah pernyataan bohong bisa diterima ketika digunakan untuk mencapai tindakan sosial yang diinginkan. Orang tua mengatakan anak-anak akan tumbuh lebih tinggi setiap kali memakan sayur brokoli. Sumber: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=276381:kebohongan-yang-sering-diucapkan-para-orangtua&catid=204:anak&Itemid=197
»»  READMORE...